Tuesday, February 1, 2011

Tetap Semangat Kerja Mesti Hamil

Usia kandungan memasuki angka delapan bulan tidak menghalangi Andi Nilawati beraktivitas. Perut yang membuncit bukannya mengganggu Supervisor Marketing PT. Smart Telecom Sulawesi ini melakoni pekerjaan sehari-hari, malah menjadi penyemangat baginya.

“Memang tak bisa bergerak seluwes saat masa normal. Selain harus bergerak lebih hati-hati, bawaan juga lebih cepat letih. Kalau sudah begitu, biasanya aku duduk lagi. Jadi mesti harus telaten,” kata Nila kepada Supershop Magazine, beberapa waktu di sela-sela peluncuran produk terbaru Smart Telecom.

Ini merupakan kehamilan kedua dari Nila. Sebelumnya, wanita yang telah meniti karir tujuh tahun lebih di industri seluler telah dikarunia seorang putri berusia tiga tahun satu bulan. Yang menarik, kata dia, si kecil ini biasanya komplain kalau kebetulan ia kebagian shift. Akan tetapi, saat dijelaskan alasannya, putrinya pun mengerti dan tak lagi protes.

“Karena saya dan suami sama-sama kerja, biasanya ia ditinggal sama neneknya. Hari Sabtu dan Minggu, kami manfaatkan untuk ngumpul bersama. Entah itu jalan-jalan ke mal atau menghabiskan waktu bersama di rumah. Intinya, saya dan suami saling support, baik dalam pengasuhan anak maupun dalam pekerjaan masing-masing,” tandas Nila. [Adi Pallawalino, Foto: Ayatullah R. Hiba]

Dapur Makassar: Sajikan Aneka Masakan Tradisional dengan Harga Terjangkau

PERNAH dengar ayam bakar parape? Sejenak, mungkin nama ini asing terdengar. Bahkan nyaris terlupakan. Berbeda dengan masakan khas tradisional Makassar lainnya, seperti coto, konro atau pallubasa yang sudah dikenal luas. Padahal soal rasa, ayam bakar parape ini tak kalah enak dengan ketiga masakan tersebut.

Kekhasan ayam bakar parape dapat Anda nikmati di Dapur Makassar. Rumah makan yang terletak di Jln. Mappanyukki ini menyajikan masakan-masakan khas Makassar tempo dulu yang nyaris terlupakan.

“Selain ayam bakar parape, juga ada masakan-masakan tradisional lainnya, yakni ayam goreng parappe, bolu bakar bumbu Dapur Makassar, juku bolu kambu, paria kambu, bundu-bundu dan pallu ke’oang,” jelas Dedy, Manager Dapur Makassar.

Menurutnya, selain bertujuan mengangkat kembali beberapa masakan-masakan tradisional tempo dulu, Dapur Makassar juga ingin menyajikan menu yang berbeda dari rumah-rumah makan yang sudah ada.

Dari soal harga, kata Dedy, ditawarkan dengan harga terjangkau sehingga dapat dinikmati semua kalangan. Untuk masakan tradisional Makassar tempo dulu, dijual dengan harga mulai dari Rp11.580 hingga Rp29.880.

Selain masakan-masakan tradisional, tersedia beberapa masakan nasional lainnya, di antaranya sup kepala ikan, ikan goreng saus mangga, lidah dan empal daging sapi goreng, hingga nasi goreng. Juga beberapa menu aneka sea food, seperti bolu bakar rica, gurami bakar dan sunu goreng.

Untuk minuman, es cendol dan es teler bisa menjadi pilihan pelepas dahaga. Di samping aneka minuman lainnya, seperti es campur dan aneka juice. [Adi Pallawalino, foto: int]


Dapur Makassar

Alamat : Jln. Mappanyukki No. 48

Menu : Masakan-masakan tradisional dan nasional

Jam Buka : pukul 10.00 – 22.00